Akurasi
accuracy
Ringkasan Singkat
Ketepatan suatu pengukuran dari kesalahan atau bias, sering didefinisikan sebagai proporsi respons yang benar dalam suatu tugas.
Akurasi dalam psikologi mengacu pada ketiadaan kesalahan atau bias dalam suatu pengukuran. Semakin akurat suatu alat ukur, semakin dekat hasil pengukuran tersebut dengan skor murni (true score) individu tersebut. Dalam penelitian eksperimental, akurasi sering digunakan sebagai variabel dependen untuk mengukur kinerja pada suatu tugas, yang biasanya didefinisikan secara operasional sebagai proporsi atau persentase respons yang benar dibandingkan dengan total percobaan.
Secara lebih umum, akurasi berarti ketepatan atau kebebasan dari kekeliruan dalam proses kognitif maupun teknis. Dalam psikometri, akurasi berkaitan erat dengan validitas, yaitu apakah suatu tes benar-benar mengukur apa yang seharusnya diukur. Tanpa akurasi yang memadai, data penelitian tidak dapat diandalkan untuk membuat kesimpulan yang kuat tentang perilaku atau fungsi mental manusia. Peningkatan akurasi sering kali dicapai melalui kalibrasi alat, pelatihan penguji, dan kontrol variabel pengganggu yang ketat.
Referensi Yang Bisa Anda Gunakan
- Cozby, P. C., & Bates, S. C. (2018). Methods in Behavioral Research.
- APA Dictionary of Psychology.
Peringatan Sitasi Akademik
Halaman ini disusun murni sebagai alat bantu pemahaman awal. Dilarang keras mengutip halaman ini sebagai sitasi utama dalam karya ilmiah atau tugas akhir. Silakan gunakan literatur primer yang tercantum pada daftar pustaka.